Rabu, 23 November 2016

Budaya Makanan


Lemper : Simbol Rabu Wekasan Daerah Yogyakarta

Rabu wekasan atau sering juga disebut dengan rabu pungkasan atau rabu kasan merupakan hari rabu terakhir di bulan shafar dimana pada rabu terakhir ini banyak terdapat tradisi-tradisi ritual yang dilaksanakan. Tradisi ritual dilakukan dengan tujuan untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai semua bencana dan malapetaka yang mungkin akan terjadi. Istilah rabu wekasan sudah ada sejak dahulu dan bersifat turun temurun di kalangan masyarakat Jawa. Tradisi ritual yang biasanya dilakukan adalah shalat tolak bala’, berdoa dengan doa-doa khusus, meminum air jimat dan syukuran atau selamatan, silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama.
Daerah-daerah yang hingga saat ini masih melaksanakan tradisi rabu wekasan antara lain Yogyakarta, dan Pekalongan. Tradisi rabu wekasan di daerah Yogyakarta dan Pekalongan sangat berbeda. Untuk daerah Yogyakarta sendiri tradisi yang sampai saat ini masih dilakukan adalah menyeberangi tempuran dan semedi dimana dua kegiatan ini berawal dari Sultan Agung yang kemudian diikuti dan dilaksanakan setiap tahunnya pada rabu wekasan.
         Awal mula adanya tradisi rabu wekasan ini adalah kebiasaaan Sultan Agung yang sering melakukan nenepi  (bersemedi ditempat yang sepi dan berkeramat untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan perlindungan, keselamatan, rejeki dan kedudukan) di tempuran Wonokromo. Sultan Agung bersemedi di salah satu tepi tempuran atau sungai. Untuk melalukan semedi tersebut umumnya banyak gangguan, kendala dan hambatan yang akan dihadapi. Suatu hari ketika Sultan Agung sedang melakukan semedi tiba-tiba diganggu dengan kedatangan Ratu Kidul yang menaiki kuda sembrani. Ratu Kidul lalu turun dari kuda sembraninya untuk menyeberangi sungai karena tempat Ratu Kidul bersebarangan dengan Sultan Agung. Ketika menyeberangi sungai Ratu Kidul mengangkat kainnya ke atas agar tidak basah. Tentu saja dalam mengangkat kainnya Ratu Kidul menyesuaikan dengan kedalaman sungai sehingga semakin dalam sungai maka semakin tinggi pula kain yang diangkatnya hingga keliatan betis dan paha nya. Paras Ratu Kidul yang cantik jelita ditambah dengan kondisi  Ratu Kidul yang sedang mengangkat kainnya membuat Sultan Agung terkesima hingga mendorong hasrat kelaki-lakiannya. Sesampainya di seberang maka Sultan Agung menyambut Ratu Kidul dengan baik. Kemudian keduanya larut dalam gejolak asmara.
     Sampai saat ini tradisi semedi dan menyeberang tempuran masih berlangsung di desa Wonokromo. Pada rabu wekasan masyarakat berbondong-bondong ke tempat tersebut untuk melakukan tirakatan dengan tidak selama semalam suntuk. Pada sore hari hingga petang, para wanita menyeberangi tempuran sambil mengangkat kain. Hal ini dimaksudkan untuk meniru Ratu Kidul. Sedangkan para pria menggoda dan menganggu wanita yang sedang menyeberangi tempuran dengan meneriakkan kalau wanita kurang tinggi mengangkat kainnya. Tradisi ini dianggap menarik oleh para pria sehingga banyak pria yang menyaksikan dan tidak heran jika banyak ucapan-ucapan yang kurang terkontrol dari mulut mereka sehingga tidak dapat dilepaskan dari kata-kata yang menjurus ke pornografi. Para wanita yang sedang menyeberang tidak boleh sakit hati dengan perkataan-perkataan yang dilontarkan oleh para pria sebab sebelum memasuki tempat upacara para wanita harus merasa tidak terganggu dan menganggapnya dengan wajar apapun yang dilontarkan oleh para pria. Masyarakat yang berkunjung bukan hanya dari daerah sekitar saja akan tetapi berasal dari daerah-daerah lain baik dari wilayah Yogyakarta maupun luar Yogyakarta. Selain itu di hari rabu wekasan diselenggarakan pula pasar malam selama satu minggu di lapangan depan Balai Desa Wonokromo. Puncak perayaan rabu wekasan adalah dengan “ngarak lemper” yang artinya membawa lemper besar untuk diarak keliling desa yang diiringi dengan berbagai kelompok kesenian, pasukan berkuda, prajurit keraton dan kesenian lainnya. Lemper yang digunakan dibuat seukuran kenthongan bambu. Sebelum prosesi dimulai terlebih dahulu diawali dengan doa dan membaca surat Al-Fatihah kemudian arak-arakan dimulai dari masjid Wonokromo menyusuri jalan desa sepanjang ± 2 KM dan berakhir di Balai desa Wonokromo. Di sepanjang jalan ribuan pengunjung bergerombol di kiri dan kanan jalan untuk menyaksikan dan memeriahkan acara yang sedang berlangsung. Sesaimpainya di  Balai Desa pemimpin prosesi kemudian menyerahkan berbagai “uba rampe” termasuk juga lemper besar kepada Kepala Desa. Setelah Kepala Desa memberikan sambutan dan penjelasan maka dilakukan prosesi pemotongan lemper besar dan kemudian dibagikan kepada para pengunjung dan undangan. 
          

Lemper sendiri memiliki simbol dalam tradisi rabu wekasan yaitu “sunduk” (tusuk bambu yang membungkus lemper) yang berjumlah dua menyimbolkan rukun islam dan rukun iman. Selain itu kedua “sunduk” juga bermakna bertemunya dua insan yaitu kanjeng Sultan Agung dan Kanjeng Ratu Kidul yang telah memakmurkan tanah jawa. Kemudian bungkus lemper memiliki makna sebagai pembungkus agar masyarakat khususnya masyarakat Pleret selalu dalam keadaan aman, sejahtera, dan sentosa. Bentuk lemper dimaknai sebagai hasil pertemuan antara Sultan Agung dengan Kanjeng Ratu Kidul yang bercinta dalam tempuran.

Jumat, 14 Oktober 2016

Megono Gunungan Salah Satu Simbol Tradisi Syawalan Di Kabupaten Pekalongan
   
Tradisi  syawalan  merupakan  salah  satu  tradisi  yang  masih  dilaksanakan diberbagai daerah terutama di Jawa. Di berbagai daerah di Indonesia yang hingga sekarang masih merayakan beberapa tradisi syawalan antara lain di Kabupaten Rembang, Jepara,Semarang, Demak dan Pekalongan. Tradisi syawalan di Rembang dan Jepara dilaksanakan dengan pesta  Lomban. Tradisi syawalan di Semarang dan Demak dilaksanakan dengan hajat laut. Di Kabupaten Pekalongan sendiri syawalan dilaksanakan dengan tradisi megono gunungan yang biasanya dilakukan di tempat obyek wisata Linggoasri yaitu pada hari kedelapan setelah hari raya Idul Fitri.

Hasil gambar untuk megono gunungan

Megono adalah makanan khas Pekalongan yang berbahan dasar gori (nangka muda) yang dibumbui dengan bermacam-macam rempah-rempah Indonesia dan sudah dihaluskan, memiliki rasa yang gurih dan umumnya disajikan dengan nasi, dan tempe mendoan. 
Perayaan  tradisi  syawalan  megana  gunungan  yang  masih  terus dilaksanakan  dari  tahun  ketahun  hingga  saat  ini  selain  untuk  melestarikan budaya  juga  didalamnya  terdapat  symbol-simbol  yang  ada.  Penggunaan makanan  megana  dalam  tradisi  syawalan  megana  gunungan  di  Kabupaten Pekalongan  membedakan  dari  perayaan  tradisi  syawalan  diberbagai  daerah lain. Sajian megana yang dibuat raksasa memberikan keunikan tersendiri bagi tradisi megana gunungan di Kabupaten Pekalongan. 
Upacara syawalan megono gunungan dilaksanakan di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen,  Kabupaten Pekalongan. Tradisi syawalan ini dilaksanakan pada bulan Syawal tepatnya  setiap 1 minggu setelah Lebaran atau Idul Fitri yaitu pada tanggal 8 syawal. Upacara tradisi syawalan megono gunungan dilaksanakan dengan tujuan sebagai wujud ungkapan  rasa syukur setelah menjalankan puasa ramadhan dan puasa sunah syawal serta sebagai ajang silaturahmi antar warga masyarakat sekitar maupun dengan warga masyarakat yang mengunjungi acara syawalan megono gunungan, dan sebagai salah satu momen untuk berbagi rezeki antar sesama masyarakat.

Jumat, 30 September 2016

Bubur Suro Simbol Tahun Baru Islam

Bubur Suro Simbol Tahun Baru Islam



Bulan muharram atau yang biasa disebut oleh masyarakat jawa sebagai bulan suro merupakan bulan pertama (tahun baru islam) dalam kalender hijriyyah (kalender islam). Istilah bulan suro sendiri berasa dari kata sepuluh dalam bahasa arab yang disebut ‘Asyuro (عاشوراء), dimana pada tanggal ini dikenal sebagai tanggal keramat sebab katanya banyak terjadi bala’ atau bencana yang dapat terjadi. Oleh karena itu apabila sudah memasuki bulan ini banyak warga masyarakat yang mengadakan selametan atau syukuran dimana tujuannya untuk menolak bala’ atau bencana yang akan terjadi khususnya pada tanggal 10 muharram. Mitos dikeramatkannya tanggal 10 muharram dalam tradisi Jawa didasarkan pada peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dibeberapa zaman. Diantaranya perahu Nabi Nuh AS selamat berlabuh seiring surutnya musibah bandang, tenggelamnya Raja Fir’aun, Nabi Yunus dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan paus dan lain sebagainya. Karena dianggap sangat keramat maka pada bulan ini tidak dianjurkan untuk mengadakan berbagai kegiatan seperti hajatan pernikahan, khitanan dan jenis hajatan lainnya. Menurut tradisi jawa apabila tetap memaksakan mengadakan hajatan pada bulan suro maka akan terjadi bencana atau bala’ dimana akan dapat membahayakan keluarga dan kerabat. Contoh konkritnya misalnya apabila mengadakan hajatan pernikahan pada bulan suro maka pernikahan yang dijalankan nantinya akan berujung tidak harmonis dan bahkan dapat ke jenjang perceraian.
Penyambutan akan datangnya tahun baru islam lebih sederhana bila dibandingkan dengan perayaan tahun baru masehi atau nasional. Uniknya jika tahun baru nasional diperingati setiap tanggal 1 berbeda dengan tahun baru islam dimana diperingati setiap tanggal 10 Muharram. Sebelum menyambut dan merayakan tahun baru islam tanggal 10 muharram ini, pada umumnya dilakukan ritual keagamaan yaitu berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau yang biasa dikenal dnegan puasa Tasu’a dan ‘asyura. Nah pada tanggal 10 muharram inilah bubur suro biasanya dibuat dan disajikan. Menurut tradisi yang ada, bubur suro dibuat untuk porsi yang besar sebab nantinya akan dberikan kepada tetangga-tetangga yang ada disekitar rumah, sanak famili dan lainnya. Selain itu terdapat juga hal-hal yang memang disunahkan dilakukan pada bulan suro ini yaitu memberikan santunan kepada anak yatim, piatu maupun keduanya dan diringi dengan mengusap kepala anak tersebut seraya berdoa agar diberikan keberkahan.
Bubur suro sendiri banyak sekali jenisnya akan tetapi di daerah saya tinggal yaitu di Pekalongan, umumnya bubur berisi udang, daun kemangi, telur dadar yang diiris, rempah atau perkedel, cabe merah yang dipotong, tempe orek dan tentunya bubur dari beras yang dicampur dengan jagung yang telah di pipil kecil-kecil dan dibumbui. Bubur suro diletakkan di daun yang telah dibentuk seperti kapal. Bentuk kapal ini termotivasi dari kisah nabi Nuh AS yang selamat berlabuh ketika terjadi peristiwa banjir bandang.


Sabtu, 16 Juli 2016

Spektrofotometri Serapan Atom (Atomic Absorption Spectrofotometry)

Atomic Absorption Spektrofometry atau yang biasa dikenal dengan spektrofotometri serapan atom merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mendeteksi senyawa logam dan mineral yang ada pada suatu sampel yang akan diujikan. Sampel yang diujikan pada umumnya adalah bahan pangan. Metode AAS ini biasanya digunakan untuk menguji ada tidaknya suatu logam dan mineral dalam bahan pangan. Logam dan mineral yang biasa diuji adalah kalsium, timbal, arsenik dan lain-lain.
Prinsip dari metode AAS adalah absorbsi cahaya oleh atom. Atom-atom akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu tergantung dari sifat unsurnya. Proses absorpsi tidak tergantung oleh temperatur akan tetapi tergantung pada perbandingan jenis atomnya. Metode AAS ini didasarkan pada proses penyerapan energi radiasi oleh atom-atom yang berada pada tingkat energi dasar (ground state). Adanya penyerapan tersebut mengakibatkan elektron tereksitasi dari kulit atom ke tingkat energi yang lebih tinggi dan keadaan seperti ini bersifat labil sebab elektron dapat kembali ke tingkat energi dasar sembari mengeluarkan energi yang berbentuk radiasi (Lewen, 2011).
Cara kerja AAS adalah penguapan larutan sampel lalu logam yang ada didalamnya diubah menjadi atom bebas. Atom ini akan mengabsorpsi radiasi dari sumber cahaya yang dipancarkan dari lampu katoda yang telah mengandung unsur yang ditentukan. Kemudian banyaknya penyerapan radiasi diukur pada panjang gelombang tertentu menurut jenis logamnya (Kristianingrum, 2004).
Pada metode ini atom bebas berinteraksi dengan berbagai bentuk energi seperti energi panas, energi elektromagnetik, energi kimia, dan energi listrik. Interaksi ini dapat menimbulkan proses-proses dalam atom bebas sehingga dapat menghasilkan absorpsi dan emisi atau pancaran radiasi dan panas. Radiasi yang dipancarkan bersifat khas sebab memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda dan spesifik untuk setiap atom bebas (Aprilia dkk., 2015)
Sebelum akan diujikan, tentu harus preparasi sampel terlebih dahulu. Prinsip dasar untuk preparasi sampel adalah mula-mula dilakukan pengabuan sampel hingga mencapai suhu 7000C selanjutnya dilanjutkan dengan dengan proses destruksi dengan menggunakan HNO3 dan kemudian diencerkan hingga 500-100 kali pengenceran. Sampel yang akan diujikan harus bening dan tidak ada endapan sama sekali sebelum nantinya akan diujikan dengan AAS. Metode AAS mengkuantifikasi absorpsi radiasi elektromagnetik dengan atom netral yang sudah dipisahkan didalam fase gas (Nielsen, 2010).
Berikut adalah gambar dari alat dan skema bagian-bagian dalam alat serta skema kerja dari AAS (Atomic Absorption Spektrofometry).

Pada gambar diatas dapat dilihat komponen-komponen penyusun alat AAS yang terdiri atas lima bagian utama yaitu sumber radiasi yang biasanya berupa lampu katoda cekung, sistem pengatoman, monokromator, detektor, dan sistem pembacaan.
1.        Sumber radiasi
Merupakan bagian yang akan menghasilkan sinar energi dimana energi ini dapat diserap oleh atom-atom unsur yang dianalisis. Pada umumnya sumber radiasi yang digunakan adalah lampu katoda cekung (hallow chatode lamp). Terdapat sumber radiasi lain yaitu Electrodless Dischcarge Lamp dimana sumber radiasi ini mempunyai prinsip kerja yang sama dengan hallow chatode lamp akan tetapi hasil output radiasinya lebih tinggi dan biasanya banyak digunakan untuk analisis unsur-unsur As dan Se.

2.        Sistem Pengatoman
Adalah bagian untuk menghasilkan atom-atom bebas karena pada bagian ini senyawa yang akan dianalisis ditempatkan dan diubah bentuknya dari yang bentuk semula ion menjadi bentuk atom bebas.


3.        Monokromator
Merupakan bagian yang berfungsi untuk mengisolasi salah satu garis resonansi dari beberapa spektrum yang dihasilkan oleh lampu katoda cekung.

4.        Detektor
Adalah bagian yang berfungsi mengubah tenaga sinar menjadi tenaga listrik dimana tenaga listrik ini nantinya akan digunakan untuk memperoleh sesuatu yang akan dibaca oleh mata atau alat pencatat lain.

5.        Sistem Pembacaan
Merupakan bagian yang menampilkan suatu angka atau gambar yang dapat dibaca. Angka yang terbaca di monitor akan dicetak dengan printer.
 Suatu metode pengujian tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari metode AAS ini adalah memiliki selektifitas yang tinggi karena dapat menentukan beberapa unsur sekaligus dalam suatu larutan sampel tanpa perlu adanya pemisahan, memiliki kepekaan yang tinggi sebab dapat mengukur kadar logam hingga konsentrasi sangat kecil, dapat diaplikasikan ke berbagai jenis unsur dalam banyak sampel, dapat mengukur logam sebanyak 61 jenis logam, batas kadar-kadar yang ditentukan sangat luas yaitu mg/L hingga persen, hasil pengukuran yang diperoleh memiliki ketepatan yang cukup baik sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan kurva standar. Sedangkan kelemahan dari metode AAS adalah sampel yang akan digunakan harus dalam bentuk larutan dan tidak bersifat volatil, dibutuhkan suatu lampu katoda berongga yang berbeda-beda untuk setiap unsur sebagai sumber nyala, terdapat berbagai gangguan dalam metode ini yaitu gangguan spektral, kimia dan fisika.

Prosedur Kerja
1. Timbang 2 gram sampel kedalam cawan porselen
2. Panaskan cawan berisi sampel diatas penangas air hingga sampel tidak terbakar dan tidak berasap (untuk mempercepat tambahkan 10 mL MgNO32H2O 10% dalam alkohol)
3. Lanjutkan proses pengabuan kedalam tanur dengan suhu ± 5000C selama 5 jam hingga abu berwarna putih dan bebas dari karbon. Apabila masih terdapat sisa karbon yang ditandai dengan warna keabu-abuan maka basahkan abu dengan beberapa tetes air dan tambahkan beberapa tetes HNO3 pekat hingga warna abu-abu hilang.
4. Keringkan cawan diatas penangas listrik lalu masukan kembali kedalam tanur pada suhu ± 5000C hingga abu menjadi berwarna putih
5. Larutkan abu yang berwarna putih kedalam 5 mL HCL 6N sambil dipanaskan diatas penangas air selam 2-3 menit
6. Saring larutan dengan kertas saring didalam labu ukur 50 mL
7. Cuci residu dengan 5 mL HNO3 0,1 N kemudian saring dan campurkan filtrat kedalam labu ukur lalu encerkan
8. Buat larutan blanko dengan penambahan reaksi dan perlakuan pada sampel
9. Baca absorben larutan baku kerja, larutan contoh dan larutan blanko dengan panjang gelombang 217,0 nm dengan alat AAS
10. Buat kurva kalibrasi dengan sumbu Y sebagai absorben dan sumbu X sebagai konsentrasi (dalam µg/mL)
11. Plot hasil pembacaan sampel pada kurva kalbrasi


Referensi
Lewen,  N.  2011.  The  Use  of  Atomic  Spectroscopy  in  The  Pharmaceutical  Industry  For  The Determination  of  Trace  Elements  in  Pharmaceuticals. Journal  of  Pharmaceutical  and Biomedical Analysis. 55: 653–661.
Nielsen SS. 2010. Food Analysis 4th Edition. Springer : New York.
Kristianingrum S. 2004. Spektrofotometer Atom dan Penggunaannya. Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta.
Aprilia D dkk., 2015. Spektrofotometer Serapan Atom. Kediri, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata.
Rendang Makanan Khas Minangkabau

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang wajib tersedia dalam jumlah yang cukup, berkualitas serta memiliki harga yang terjangkau sehingga nantinya dapat menjamin kelangsungan hidup. Di Indonesia terdapat berbagai jenis dan macam makanan yang dapat dikonsumsi. Hampir setiap daerah pasti memiliki makanan khas tersendiri sehingga di Indonesia banyak dijumpai makanan khas dari daerah tertentu. Makanan khas dari setiap daerah memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri dan tentunya tidak dijumpai di daerah lainnya, salah satunya adalah rendang. 


Hasil gambar untuk rendang

Rendang adalah makanan khas dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Rendang biasanya dihidangkan pada acara-acara istimewa seperti upacara adat, kenduri maupun acara dalam menyambut tamu kehormatan. Sekarang ini rendang sudah tersebar ke seluruh penjuru Indonesia dan dunia. Hal ini dapat disebabkan karena banyak masyarakat asli Minangkabau yang suka merantau. Rendang memiliki rasa yang khas yaitu gurih dan agak pedas. Umumnya rendang terbuat dari daging yang dicampur dengan berbagai rempah-rempah seperti santan kelapa, cabe, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, daun jeruk, daun salam, daun kunyit, daun serai dan rampah-rampah lainnya. Jumlah bumbu dan jenis bahan yang digunakan akan mengakibatkan cita rasa yang berbeda terhadap rendang yang dihasilkan.
Proses pembuatan rendang secara umum yaitu daging sapi dimasak didalam campuran santan, cabe dan rempah-rempah tertentu. Pemasakan dilakukan sambil diaduk hingga sebagian air menguap dan santan mengental serta bumbu meresap sempurna kedalam daging. Setelah santan mengental, api dikecilkan sambil tetap mengaduk rendang agar tidak gosong.
Pada praktikum kali ini dilakukan dua perlakuan yaitu perlakuan pertama daging dimarinasi terlebih dahulu dan perlakuan kedua daging tidak di marinasi dan langsung dimasak dalam campuran santan dan bumbu lainnya. Perbedaan kedua perlakuan ini tentunya akan berdampak pada cita rasa, penampilan dan tekstur dari rendang. Adanya kedua perlakuan ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara warna, rasa dari kedua rendang yang dimasak dengan dua perlakuan berbeda. Setelah selesai memasak rendang dengan dua perlakuan tersebut kemudian dilakukan uji sensori kepada para panelis mengenai warna, rasa, tekstur, dan penerimaan secara keseluruhan. 
Pengurusan SPP-IRT Radja Opak


Langkah pertama yang dilakukan kelompok peraturan lakukan adalah melakukan koordinasi dan diskusi dengan kelompok manajemen dari Radja Opak. Hasil diskusi menunjukan bahwa kelompok Radja Opak memutuskan lokasi tempat usaha  produk Radja Opak di rumah Ester Angelina yang berlokasi di Vila Taman Cibodas Blok O2 No.10 Kelurahan Sangiang Jaya Kecamatan Priuk Tangerang. Berdasarkan lokasi tersebut, maka untuk pengajuan SPP-IRT (Sertifikat produksi pangan industri rumah tangga) dilakukan di kota Tangerang. Langkah pertama setelah mendapat informasi tersebut kelompok peraturan mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk mengambil formulir pengajuan SPP-IRT. Saat kelompok peraturan tiba disana, ternyata baru mendapatkan informasi bahwa untuk pengurusan SPP-IRT telah dipindahkan kepengurusannya ke Kantor Walikota Tangerang sejak tahun 2010. Di kantor Walikota Tangerang formulir SPP-IRT diambil pada bagian Kesra dan Pemerintahan pada tanggal 9 Juni 2016. Setelah formulir ada di tangan langkah selanjutnya adalah diskusi dengan kelompok manajemen mengenai persyaratan-persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk pengurusan SPP-IRT. Dokumen yang diperlukan adalah:
·         Fotokopi KTP penanggung jawab IRTP
·         Pasfoto Penanggung jawab IRTP 4X6 1 lembar
·         Fotokopi sertifikat penyuluhan keamanan pangan
·         Fotokopi bukti kepemilikan tempat dan atau perjanjian sewa
·         Fotokopi bukti pembayaran pajak bumi bangunan tahun terkahir
·         Desain label produk
·         Fotokopi sertifikat halal dari MUI
·         Surat pernyataan mentaati : (bermaterai 6000)
a.       UU No.18 Tahun 2012 tentang pangan
b.      UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan
c.       UU No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
d.      PP No.69 Tahun 1999 tentang label dan iklan pangan
e.       PP.28 tahun 2004 tentng keamanan mutu dan gizi pangan
·         Contoh produk makanan atau minuman
·         Rincian modal usaha meliptui investasi tanah dan bangunan, alat dan bahan, gaji pegawai
·         Alur produksi cara pengolahan makanan dan minuman
·         Hasil laboratorium minimal 1 tahun terakhir (untuk produk yang menggunakan BTP dan produk tertentu
·         Denah lokasi

Untuk poin 1 dan 2 fotokopi KTP yang digunakan adalah KTP Ester Angelina, begitu juga dengan pasfoto. Softcopy dari kedua persyaratan tersebut disimpan dalam folder bersama hasil scan dan dokumen lain yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan untuk mengajukan SPP-IRT. Poin 3 merupakan persyaratan yang paling sulit untuk dipenuhi, dikarenakan penyuluhan terakhir yang dilakukan di daerah sekitar Tangerang baik Kota, Kabupatan, ataupun Tangerang Selatan sudah dilaksanakan dan penyuluhan selanjutnya dilaksanakan setelah tanggal Ujian Akhir. Hal ini mendorong seluruh kelompok untuk mencari lokasi yang masih memiliki rencana penyuluhan. Oleh karena hampir semua Dinas kesehatan jadwal penyuluhannya telah lewat maka dilakukanlah penyuluhan khusus untuk sebagian besar kelompok yang diadakan di Sukabumi pada tanggal 13 Juli 2016. Jika mengikuti jadwal dari Dinas Kesehatan kegiatan penyuluhan keamanan pangan tidak dipungut biaya, tetapi karena penyuluhan diadakan atas permintaan maka masing-masing peserta dikenakan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dapat dikatakan persyaratan poin 3 merupakan persyaratan yang paling terakhir dipenuhi. Sementara persyaratan lain telah dipenuhi sebelumnya karena dokumen dapat disiapkan oleh para anggota kelompok manajemen sendiri. Sertifikat penyuluhan keamanan pangan yang dilampirkan merupakan sertifikat dari pemiliki usaha yakni Ester Angelina. Penyuluhan keamanan pangan, merupakan kegiatan yang cukup penting bagi pemilik usaha sehingga pemilik usaha paham mengenai praktik produksi pangan yang aman dan diharapkan dapat menerapkannya dalam kegiatan produksi yang dilakukan.
Poin 4 merupakan fotokopi bukti kepemilikan tempat usaha yakni rumah dari keluarga Ester Angelina yang dimiliki atas nama Orang tua dari Ester Angelina. Karena pemilik usaha merupakan anak dari pemilik tempat, maka surat yang menandakan bahwa pemilik tempat tidak keberatan tempat tinggalnya dijadikan sebagai tempat untuk usaha tidak diperlukan. Surat ini diperlukan ketika pemilik usaha bukan pemilik dari tempat yang menjadi tempat produksi, tetapi persyaratan tersebut tidak diperlukan ketika pemilik perusahaan merupakan anak dari pemilik tempat. Surat tersebut menandakan bahwa pemilik tempat tidak keberatan terjadi kegiatan usaha di tempat yang dimilikinya, mengingat kegiatan usaha memiliki potensi yang mengganggu ketenangan dari lokasi dilakukannya usaha tersebut. Contohnya kegiatan produksi memiliki potensi dapat merusak bangunan atau kegiatan distribusi dengan truk dapat merusak jalan di sekitar wilayah.
Untuk poin 5 seharusnya yang dilampirkan adalah bukti pembayaran pajak bumi bangunan tahun terakhir. Akan tetapi pemilik usaha yaitu Ester Angelina melampirkan bukti pembayaran pajak bumi bangunan tahun 2015. Ketika berkas diserahkan kepada bagian BPMPTSP (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu), pihak BPMPTSP menolaknya dengan alasan pengajuan SPP-IRT diajukan pada bulan Juli jadi seharusnya pajak bumi bangunan tahun 2016 harus sudah dibayar. Oleh karena itu bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan yang paling baru yaitu tahun 2016 baru dilampirkan saat diadakan inspeksi yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan di tempat Ester Angelina.
Poin 6 merupakan desain label produk yang harus dilampirkan pada formulir SPP-IRT. Petugas SPP-IRT menyebutkan apabila terdapat banyak varian rasa maka desain label boleh tidak dicantumkan semua varian rasanya pada formulir. Akan tetapi karena produk Radja hanya memiliki 4 varian rasa maka ke empat varian rasa tersebut wajib dicantumkan semua dalam formulir.  Ke empat varian rasa yang diproduksi yakni original, balado, keju, dan rumput laut.
Untuk poin 7 yang merupakan syarat pendaftaran sertifkat halal suatu produk, kelompok Radja Opak pada awalnya berniat untuk mendaftarkan produknya agar memperoleh sertifikat halal. Akan tetapi setelah melakukan kunjungan dan bertanya-tanya mengenai pendaftaran sertifikat halal di kantor MUI Kota Tangerang ternyata untuk memperoleh sertifikat halal diperlukan biaya pengurusan yang cukup mahal. Apabila Radja Opak akan tetap mencantumkan halal pada label kemungkinan harga jual dari produk Radja Opak akan meningkat mengingat setiap produk yang memiliki cap halal pada kemasan memerlukan biaya tambahan. Selain itu apabila tetap memaksakan akan mengurus sertifikat halal kemungkinan besar tidak dapat dilakukan sebab pengurusan berkas-berkas dilakukan menjelang bulan Ramadhan dimana pada bulan Ramadhan para pengurus MUI yang notabenenya merupakan ahli agama, sedang berfokus pada kegiatan Ramadhan dan pada bulan Ramadhan juga tidak dapat dilakukan audit. Pada akhirnya pengurusan sertifikat halal Radja Opak tidak jadi dilakukan mengingat banyaknya hambatan-hambatan yang ada.
Poin 8 berisi surat pernyataan yang menyatakan bahwa pemilik usaha mentaati perundang-undangan dan peraturan yang berlaku serta menyangkut mengenai SPP-IRT dimana surat pernyataan ini harus di tandatangani langsung oleh Ester Angelina selaku pemilik usaha diatas materai tempel 6000. Surat ini juga discan untuk disimpan dalam bentuk softcopy untuk keperluan dokumentasi. Untuk poin 9 kelompok manajemen memberi contoh sampel Radja Opak satu bungkus rasa balado kepada pihak BPMPTSP ketika menyerahkan semua berkas-berkas persyaratan SPP-IRT.
Kelompok manajemen Radja Opak juga perlu melampirkan rincian rencana perusahaan mereka seperti poin 10 dan 11. Berdasarkan poin 10 kelompok Radja Opak perlu menyerahkan rincian modal yang digunakan usaha mereka meliputi investasi tanah dan bangunan, alat dan bahan, serta gaji pegawai. Rincian modal tersebut dibuat dalam bentuk tabel sebanyak satu lembar. Untuk memenuhi poin nomor 11 kelompok Radja Opak perlu menjelaskan alur produksi dari produk yang diproduksi oleh perusahaan Radja Opak. Proses produksi dirancang dalam bentuk diagram alir beserta sedikit keterangan, penjelasan proses produksi tersebut terdiri atas satu lembar. Baik dokumen poin 10 maupun 11 memiliki softcopy yang disimpan oleh kelompok peraturan pangan sebagai dokumentasi proses yang telah dilalui.
Untuk poin 12 pengurusan dilakukan oleh kelompok peraturan pangan, dimana dibutuhkan sertifikat hasil laboratorium yang menyatakan bahwa produk aman. Pengujian dilakukan oleh Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) Kota Tangerang Selatan. Meskipun tempat usaha berlokasi di wilayah Kota Tangerang namun pengujian laboratorium tidak harus dilakukan pada wilayah tempat usaha sehingga kelompok peraturan memutuskan untuk melakukan pengujian di Labkesda Kota Tangerang Selatan dengan pertimbangan lokasi yang lebih dekat. Kelompok peraturan pangan pergi ke kantor Labkesda Kota Tangerang Selatan yang berlokasi di Jalan Tekno Widya, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada hari Jumat tanggal 16 Juni 2016. Biaya yang dikeluarkan untuk pengujian laborotorium sebesar Rp. 200.000,-, karena produk Radja Opak memerlukan dua jenis pengujian dimana jumlah pengujian ditentukan oleh pihak labkesda. Setiap pengujian di Labkesda memerlukan biaya sebesar Rp. 100.000,-. Uji yang diperlukan adalah ALT (angka lempeng total) dan kapang khamir, dimana kedua pengujian tersebut diperlukan untuk produk makanan ringan yang bersifat padat (bukan cairan) seperti opak yang diproduksi Radja Opak. Hasil pengujian tersebut kemudian diambil pada tanggal 27 Juni 2016. Pada hasil pengujian produk Radja Opak memiliki ALT sebesar 0 CFU/gr dan angka AKK sebesar 0 CFU/gr. Batas maksimal yang diperbolehkan untuk ALT sebesar 1.104 CFU/gr dan AKK sebesar 5.10 CFU/gr, sehingga produk Radja Opak dinyatakan lolos pengujian laboratorium.
Poin terakhir yakni denah lokasi yang merupakan denah yang menggambarkan peta lokasi dari tempat usaha Radja Opak. Gambar peta lokasi diambil dari aplikasi goole maps yang sudah diperiksa keseuaiannya dengan kondisi sebenarnya.
Pada poin-poin diatas tidak ada syarat pengumpulan Surat keterangan usaha (SKU). Surat ini cukup penting karena menandakan bahwa masyarakat sekitar wilayah mengetahui dan menyetujui adanya kegiatan produksi. Setiap daerah memiliki persyaratan yang berbeda-beda dalam mengajukan permohonan SPP-IRT. Meskipun SKU tidak menjadi prasyarat dalam mengajukan SPP-IRT di wilayah Kota Tangerang, kelompok peraturan tetap berniat dan berusaha membuat surat keterangan usaha agar usaha yang dilakukan kelompok manajemen mendapat persetujuan dari perwakilan warga yakni RT (rukun tetangga) dan RW (rukun warga) setempat. Akhirnya kelompok peraturan mendatangi kembali Dinas Kesehatan untuk menanyakan apakah benar untuk mengurus SPP-IRT tidak ada syarat mengurus SKU dan ternyata benar persyaratan pengajuan SPP-IRT Dinas Kesehatan Kota Tangerang tidak perlu mengurus SKU. Pada akhirnya kelompok peraturan tidak membuat SKU untuk kelompok manajemen Radja Opak.
Setelah seluruh berkas dilengkapi, kelompok peraturan pangan menyerahkan berkas-berkas tersebut ke bagian BPMPTSP (badan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu) yang berlokasi di Kantor Walikota Tangerang lantai 1 yang berlokasi di Jl. Satria - Sudirman No.1, Sukaasih, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Penyerahan dilakukan pada tanggal 15 Juli 2016. Berkas tersebut diserahkan dan diperiksa di loket pelayanan dengan Ibu Endang Sulistiyo. Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, semua dokumen yang diserahkan sudah mencukupi dan diterima. Akan tetapi terdapat beberapa revisi yang harus dilakukan yaitu mengenai bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan dimana bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan yang diserahkan adalah tahun 2015 sedangkan menurut Ibu Endang seharusnya bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan yang diserahkan adalah tahun 2016 mengingat pendaftaran dan pengajuan SPP-IRT dilakukan pada bulan Juli. Selain itu revisi lain yang harus dilakukan adalah mengenai desain label Radja Opak. Pada label seharusnya tidak dicantumkan kata DINKES pada penulisan DINKES PIRT NO langsung kata PIRT NO saja. Untuk menunjukkan bahwa berkas telah diterima dan memenuhi persyaratan maka pihak BPMPTSP yaitu Ibu Endang memberikan tanda terima berkas. Setelah semua berkas diterima maka selanjutnya adalah menunggu proses audit yang akan dilakukan oleh pihak Dinkes. Sebelum meninggalkan tempat BPMPTSP Ibu Endang menjelaskan mengenai mekanisme audit yang akan dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan. Nantinya pihak Dinas Kesehatan akan menghubungi dan memberikan kabar kepada pihak Radja Opak mengenai waktu kapan akan dilaksanakannya audit. Ketika waktu audit telah ditentukan maka pihak pemilik yakni Radja Opak dan pihak pemohon harus berada ditempat. Apabila terdapat kendala misalnya saja ada keperluan penting maupun tidak dapat hadir pada saat waktu audit telah ditentukan maka boleh melakukan negosisasi terkait waktu pelaksanaan audit. Sebab jika ketika dihubungi oleh pihak Dinas Kesehatan mengenai waktu kapan dilaksanakannya audit kemudian pihak Radja Opak menyanggupinya dan ketika pihak Dinkes mendatangi ternyata mendapati pihak Radja Opak tidak berada di lokasi tempat usaha maka otomatis berkas yang sudah di berikan kepada pihak Dinas Kesehatan akan dikembalikan dan proses pengajuan SPP-IRT dinyatakan batal. Saat ini kedua kelompok sedang menunggu kabar mengenai waktu audit yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan. 

  

Minggu, 26 Juni 2016

Profil Perusahaan PT. Patachy Makmur Jaya

Nama perusahaan       : PT Patachy Makmur Jaya
Bentuk usaha               : Perseroan Terbatas
Bidang usaha               : Kuliner
Jenis                             : Makanan Ringan (Keripik Kentang)
Kelas Perusahan          : Mikro
Alamat perusahaan      : Jl. Boulevard Gading Serpong, Ruko Bolsena, Blok C No.20,        Serpong Utara, Tangerang
Nomor telepon              : 021-741622
Fax                                : 021-741622
Alamat Surel                  : patachymakmurjaya@gmail.com
Mulai berdiri                   : 1 Juni 2017

Visi dan Misi Perusahaan

Visi : 
"Patachy Makmur Jaya berkomitmen untuk mengembangkan dan memproduksi makanan ringan berkualitas tinggi di pasar global"
Misi :    
1. Memproduksi camilan bergizi bagi konsumen dan sesuai dengan kebutuhan konsumen
2. Mengembangkan produk caminal inovatif dengan penerapan teknologi produksi modern
3. Memberlakukan pekerja, supplier, mitra usaha dan konsumen seperti keluarga

Struktur Perusahaan




Sejarah Perusahaan

            Pada tahun 2016, sekelompok mahasiswa program studi teknologi pangan dari Universitas Surya yaitu Danella Meiranty, Nicol Naraysha, Rio Lawandra dan Syakirotun Nikmah diberikan tugas oleh dosen mata kuliah keterampilan manajemen untuk membuat suatu model perusahaan produsen keripik kentang dan menjual produk keripik kentang yang dirancangkan serta dilaporkan bagaimana keuangan dari penjualan produk keripik kentang. Dirancanglah suatu model perusahaan bernama PT Patachy Makmur Jaya, kata Patachy berasal dari singkatan dan gabungan antara kata “Patata” dalam Bahasa latin berarti kentang dan kata ”Crunchy” dalam Bahasa inggris berarti renyah, dan dikatakan kata yang menjadi angan-angan dan harapan sekelompok mahasiswa tersebut yaitu perusahaan yang makmur dan jaya di Indonesia.